Share sedikit mengenai ortu, especially mother :)
Sudah beberapa kali ini, selalu dapet cerita2 yang mengingatkan peranan ibu, perlakuan kita sebagai anak yang terkadang menyakiti hati ibu.
Jujur, aku juga bukan anak yang baik, yang patuh. Ada kalanya aku berbohong supaya aku bisa bebas bergaul dengan teman2 ku. Aku bukan pula seorang anak, yang banyak bercerita dengan ibu ku. Aku lebih senang untuk bercerita dengan teman2ku. Mengapa? kadang terlalu banyak komentar yang dibicarakan oleh ibu ku. Aku tidak perlu komentar, aku hanya perlu untuk di dengar. Dan itu sudah cukup bagi ku.
Namun, belakangan ini, aku kembali merefleksi diri ku. Meski semua nampak baik2 saja, apakah benar di dalamnya pun semua baik2 saja? tidak ada kah kepahitan dalam diri kami? Entah lah
Beberapa cerita yang mampir di BBM, email ataupun FB sangat menggugah perasaan ku. Aku membayangkan, apa jadi nya aku tanpa ibu. Tak ada teh hangat di pagi hari, tak ada yang menyiapkan makanan ku, tak ada yang membereskan kamar tidurku.. Kemudian, aku berpikir hanya sejauh itukah peranan ibu bagi ku? Tidak. Lebih dari itu. Tak ada lagi suara doa yang ku dengar, yang ia panjatkan setiap pagi. Doa yang menghantarkan kami berempat menjalani kehidupan ini.
Mam... mungkin aku bukan anak yang patuh, lebih sering menjengkelkan daripada menyenangkan, egois dan mungkin aku keras. Tapi satu hal yang pasti, Aku menyayangi mu. Bukan seperti orang lain yang mewujudkan kasih sayang nya dengan berbagai cara, aku melakukannya dengan caraku. Dan suatu hari nanti, i'll take you to a place you want most. I promise.
I Love you Mon :)
0 komentar:
Poskan Komentar